Thursday, March 1, 2012

SUDAH HILANGKAH BUDAYA KETIMURAN YANG TERKENAL ITU......?

Bahasa Melayu: Gambar dari sumber sendiri menu...
Image via Wikipedia
Tahukah anda bahwa sebagian dari budaya kita sebagai Wong Jowo sedikit demi sedikit telah pudar?
Faktanya banyak dari muda- mudi zaman sekarang telah kehilangan toto kromo, unggah-ungguh, juga tepa salira(Tepo Salira).
Banyak orang jika di tanya“Mas darimana asalnya?” dengan sigapnya langsung menjawab“Saya dari jawa mas” namun hanya sebatas itu saja ia mengakui bahwa dirinya adalah orang jawa. Dalam kesehariannya bahkan sama sekali tidak mencerminkan ciri khas orang jawa.
Contohnya saja, banyak dari anak2 zaman sekarang yang sudah tidak tahu kisah2 pewayangan bahkan lebih tragis lagi, mereka sudah menganggap itu sebuah cerita kuno yang hanya pantas untuk orang2 tua(Kakek/Nenek).
Lebih suka yang buka-bukaan.
Kebanyakan dari mereka lebih memilih menghafal cerita sinetron dan berbagai macam film zaman sekarang yang penuh dengan adegan2 nggak karuan.
Sekarang dengan di berlakukannya bahasa inggris sebagai bahasa internasional, sekolah2 di daerah lebih mengutamakan para siswanya menguasai bahasa inggris ketimbang bahasa jawa, sangat mengenaskan.
Seiring kemajuan zaman, memang kita dituntut untuk dapat menguasai bahasa internasional sehingga mempermudah dalam berkomunikasi dengan berbagai bangsa2 di dunia. Namun bukan berarti kita meninggalkan budaya bangsa sendiri, khususnya budaya2 daerah dari tempat kita masing2.
Satu hal yang tidak dimiliki oleh bahasa2 asing adalah keindahan seni bahasa dari daerah2 di indonesia, misalnya perubahan bentuk2 kata yang dipergunakan sesuai dengan tingkatan antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua sehingga tercipta sebuah tatanan bahasa yang menarik. Yang lebih menarik lagi adalah huruf2 jawa kuno, itu adalah awal dari cara kita berkomunikasi dengan orang lain sebelum ada abjad2 modern seperti sekarang ini.
Lalu mengapa kita harus malu mengakuinya?
Fakta lain yang lebih mengherankan adalah pengalaman pribadi saya sewaktu masih menjadi seorang siswa SMA, guru bahasa jawa kami tidak benar2 menguasai materi yang akan di berikan khususnya tentang pewayangan. Pada saat itu kebetulan sekali materi pewayangan adalah materi favorit saya sejak SD, sehingga saya lebih menguasai materi tersebut ketimbang guru SMA saya, lucu sekali bukan?.
Menurut saya, segala bentuk budaya jawa mengandung nilai2 luhur, tata krama, juga pesan moral yang begitu mendalam, mulai dari bentuk bahasanya yang menjelaskan bagaimana cara kita berbahasa baik kepada sesama maupun terhadap orang yang lebih tua, kisah2 pewayangannya yang berisi tentang pesan2 moral, alunan musik gamelan serta tarian yang begitu indah, sampai bentuk tulisan jawa yang terkesan unik juga memiliki nilai seni yang tinggi dalam penulisannya.
Coba perhatikan lebih teliti!
Banyak sekali orang2 asing yang mengakui keindahan budaya kita, bahkan mereka tidak segan2 untuk mempelajarinya. Terlebih lagi saking tertariknya mereka rela tinggal berlama2 di indonesia hanya untuk belajar menari, memainkan gamelan, membuat batik dan masih banyak lagi.
Tidakkah kita malu bila orang asing lebih mau mempelajari,memahami, bahkan menguasai budaya yang kita miliki ketimbang kita sebagai pemiliknya. Tak sewajarnya bila hal itu sampai terjadi, adalah tugas kita untuk terus merintis supaya budaya kita tetap eksis walaupun di tengah2 budaya modern yang terus berkembang.
Belum terlambat untuk memulainya, bila generasi penerus kita di bekali dengan budaya yang mengandung nilai2 luhur bukan halyang mustahil bangsa kita akan menjadi bangsa yang lebih maju daripada bangsa lain dan tetap berpegang pada nilai2 luhur sebagai bukti bahwa kita adalah bangsa yang besar.
Deso mowo coro, negoro mowo toto.
Itu adalah sebuah petikan dari peribahasa jawa, yang berarti setiap tempat/daerah/negara mempunyai tata cara, aturan , budaya, juga norma2 yang menjadi tumpuan sekaligus ciri khas masing2.
Maka jangan pernah lupa dengan siapa diri kita?
Enhanced by Zemanta
Title: SUDAH HILANGKAH BUDAYA KETIMURAN YANG TERKENAL ITU......?; Written by pamomong semar; Rating: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment