Thursday, July 12, 2012

Analisa Kekacauan Sosial 2010-2014 Berdasarkan Bait Sabdo Ghoib


1340956243726553585 


Analisa kekacauan sosial 2010-2014 berdasarkan bait Joyobhoyo dg 2 tanda jadi kriteria awal:
1.setelah gunung merapi meletus oktober 2010 pada Malam Jumat..kemaren Merapi meletus tp setelah jembatan suramdu selesai
2.Terselesaikannya Jembatan Suramadu Juni 2009..indikasi dari bait sarto ing maduro nagari , meh gathuk lan suroboyo
Dene wonten daharu, sasampune hardi merapi , gung kobar saking dahono , sigar tengahiro kadi lepen, mili toya lahar, ngalor ngetan njog pesisir Nyang amblese glacap gunung, sarto ing maduro nagari , meh gathuk lan suroboyo , sabubare tumuli, wiwit daharu lon lonan , saya lami saya ndadi
SIfat kekacauan : Parameter Ketika FASE Kekacauan BENER2 Terjadi ditandai dgn kota SOLO dan Yogyakarta indikasi bait:kraton kalih manggih kingkin ing solo kaleban toya ngayogyakarto sumingkir=keraton Yogyakarta tersingkir dan keraton Solo terbenam air.
1.SEMAKIn lama Semakin menjadi jadi indikasi bait: wiwit daharu lon lonan , saya lami saya ndadi
2.kerusakan pranatha sosial kemasyarakatan di hampir semua lini struktural komunitas >> indikasi bait Temah peperangan agung, rerusuh mratah sabumi, mungsuhe datan karuwan, polahe jalmo keha sami, kadyo gabah ingenteri, montang manting rebut urip ( susah mencari rejeki dan kedudukan shingga HARUS BERKONFLIK DG SESAMA TEMAN .mitra bisnis dll ) Pepatih ( efeknya dari konflik berakibat fatal yaitu kematian) anumpuk undhung desa dea morat marit, kutho kutho karusakan,
jika ingin selamat syaratnya:
(a) menghindari petaka dengan “mati di dalam hidup” atau “tirakatan”;
(b) selalu mengingat Tuhan, yang merupakan asal mula dan tempat kembalinya manusia, setelah mati;
(c) Ingatlah: ketika raja jin tanah Jawa bernama “Sabdo Palon”  berunding dengan Sunan Kali Jaga dan Raja Brawijaya (Raden Patah), ia tidak mau masuk Islam, ia akan masuk Islam 500 tahun lagi. Pertandanya: akan membunuh banyak manusia yang tidak mau mematuhi AKAL BUDHI/Berfikir rasional dan benar karena kebenaran ada di dalam budhi manusia
note :
1.merapi meletus oktober 2010 malam jumat.jadi patokan dan juni 2009 jembatan suramdu selesai dibangun. Angka tahun 2014 didapat dari : Lawang sapta ngesti harja (1979 Saka/2057 Masehi= puncak bahaya  dari 2057 M-43.34 =2014 >>pembulatan  2013.66 = 2057-43.34 ) dengan koreksi 43.34 thn sebagai percepatan . indikasi bait puncak bahaya Sanget-sangeting sangsara,kang tumuwuh Tanah Jawi,sinengkalan tahunira:Lawang sapta ngesthi harja.
Artinya Betul-betul sangat sengsara,yang terjadi di tanah Jawa,sandi tahunnya: Lawang sapta ngesti harja (1979 Saka/2057 Masehi)
2. angka percpatan 43.34 tahun didapat dari  Ketika sabda palon bilang 500 tahun maka yg dimaksud adalah 500 tahun saka. 1 tahun saka Jawa =420 hari maka 500 tahun saka jawa=500x 420 hari dibagi 365 hari (setahun kabisat)= 575.3425 tahun masehi. SIRNA ILANG KERTHANING BHUMI ( SIRNA : 0, ILANG : 0, KERTHA : 4, BHUMI : 1 = 1400 Saka adalah 1400 saka. Jadi kembali nya 1400 saka=1400 +78 (saka ke kabisat)=1478 Masehi.–500 tahun saka berarti 575 tahun Masehi , jadi 1478 masehi +575.34 tahun= 2053 Masehi adalah datanganya SABDO PALON NAGIH JANJI.–Kenyataanny Kembalinya Sabda Palon 2010 saat meletus Gunung Merapi. Artinya ada percepatan sejarah sebesar 43 tahun yaitu 2053 -2010 = 43.34 tahun


Tan lamun nemahi jaman iki eling2en yoiku wong kang eling lan waspodo bakale nemahi slamet.

Satrio Piningit Bakale Tumuli

Sumber : Panji Trisula
Title: Analisa Kekacauan Sosial 2010-2014 Berdasarkan Bait Sabdo Ghoib; Written by pamomong semar; Rating: 5 dari 5

6 comments:

  1. ALKITAB YESAYA 65
    Janji Mengenai Indonesia Yang Baru
    65:17 Sebab sesungguhnya, TUHAN menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak diingat lagi, dan tidak timbul lagi dalam hati.
    65:18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-nya atas apa yang terciptakan, sebab sesungguhnya, TUHAN menciptakan Indonesia penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan.
    65:19 TUHAN bersorak-sorak karena Indonesia, dan bergirang karena umatNya; di dalamnya tidak terdengar lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.
    65:20 Di situ tidak ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun dianggap kena kutuk.
    65:21 Mereka mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga.
    65:22 Mereka tidak mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umatNya sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan menikmati pekerjaan tangan mereka.
    65:23 Mereka tidak bersusah-susah dengan percuma dan tidak melahirkan bayi yang mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka.
    65:24 Maka sebelum mereka memanggil, TUHAN sudah menjawab; ketika mereka sedang berbicara, TUHAN sudah mendengarkan.
    65:25 Tidak ada yang berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap negeri yang kudus,.
    65:25 Serigala dan domba akan bersama-sama makan. Domba makan rumput serigala makan domba.

    ReplyDelete
  2. ALKITAB YESAYA 65.1-16
    Jawaban Allah: Berkat Bagi Manusia
    65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku . Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.
    65:2 Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangan sendiri;
    65:3 suku bangsa yang sakitkan hati senantiasa di depan mata-Ku, dengan mempersembahkan korban di taman dewa dan membakar korban di atas batu bata;
    65:4 yang duduk di kuburan dan bermalam di dalam gua; yang memakan daging babi dan kuah daging najis ada dalam kuali mereka;
    65:5 yang berkata: "Menjauhlah, janganlah mendekati aku, nanti engkau menjadi kudus olehku!" Semua ini seperti asap yang naik ke dalam hidung-Ku, seperti api yang menyala sepanjang hari.
    65:6 Sesungguhnya, telah ada tertulis di hadapan-Ku: Aku tidak tinggal diam, malah Aku mengadakan pembalasan, ya, pembalasan terhadap mereka,
    65:7 atas segala kesalahan mereka, maupun atas kesalahan nenek moyangnya, semua serentak, firman TUHAN. Sebab mereka telah membakar korban di atas gunung dan mengaibkan nama-Ku di atas bukit. Memang Aku menakar ke dalam jubah mereka upah untuk perbuatan mereka yang dahulu!
    65:8 Beginilah firman TUHAN: "Seperti kata orang jika pada tandan buah anggur masih terdapat air: Janganlah musnahkan itu, sebab di dalamnya masih ada berkat! demikianlah Aku bertindak oleh karena Satria Piningit-Ku, yakni Aku tidak memusnahkan sekalian.
    65:9 Aku membangkitkan keturunan dari manusia, dan orang yang mewarisi gunung-Ku dari Indonesia; orang pilihan-Ku yang mewarisi yaitu Satria Piningit-Ku yang tinggal di situ.
    65:10 Gunung menjadi padang rumput bagi kambing domba, dan lembah menjadi tempat pembaringan bagi lembu sapi, untuk umat-Ku yang mencari Aku.
    65:11 Tetapi kamu yang telah meninggalkan TUHAN, yang telah melupakan gunung-Ku yang kudus, yang sajikan hidangan bagi dewa lain, dan yang suguhkan anggur bercampur rempah bagi dewa lain:
    65:12 Aku menentukan Satria Piningit bagi kamu,dan kamu sekalian bertekuk lutut untuk dibantai! Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan lebih sukai apa yang tidak berkenan kepada-Ku."
    65:13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Satria Piningit-Ku makan, tetapi kamu yang menderita kelaparan; sesungguhnya, Satria Piningit-Ku minum, tetapi kamu yang menderita kehausan; sesungguhnya, Satria Piningit-Ku bersukacita, tetapi kamu yang mendapat malu;
    65:14 sesungguhnya, Satria Piningit-Ku bersorak-sorai karena gembira hati, tetapi kamu mengerang karena sedih hati, dan kamu menangis karena patah semangat.
    65:15 Kamu harus meninggalkan namamu kepada orang pilihan-Ku untuk dipakai sebagai sumpah kutuk ini: Tuhan ALLAH kiranya membuat engkau seperti mereka! Tetapi Satria Piningit-Ku disebut dengan nama lain,
    65:16 sehingga orang yang hendak mendapat berkat di negeri ini memohon berkat demi Allah yang setia, dan orang yang hendak bersumpah di negeri ini bersumpah demi Allah yang setia, sebab kesesakan yang dahulu sudah terlupa, dan sudah tersembunyi dari mata-Ku."

    ReplyDelete
  3. ALKITAB IBRANI 7 11-18
    Satria Piningit Adalah Imam Yang Lebih Tinggi daripada Imam Lain
    7:11 Karena itu, andaikata oleh imamat telah tercapai kesempurnaan--sebab karena imamat itu umat telah menerima Hukum Imamat -apakah sebab masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang Imam Besar tidak dikatakan menurut hukum imamat manusia?
    7:12 Sebab, jikalau imamat berubah, dengan sendiri akan berubah pula hukum imamat manusia itu.
    7:18 Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna,
    7:13 Sebab Imam Besar, yang dimaksudkan di sini, termasuk dari suku lain; dari suku ini tidak ada seorangpun yang pernah melayani.
    7:14 Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Imam Besar berasal dari suku Jawa dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apapun tentang imam-imam.
    7:15 Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang Imam Besar menurut cara Melkisedek,
    7:16 yang menjadi Imam Besar bukan berdasarkan hukum imamat manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa.
    7:17 Sebab tentang Satria Piningit diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selamanya, menurut peraturan Melkisedek."
    7:19 --sebab Hukum Imamat Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan --tetapi sekarang timbul pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan manusia kepada Allah.
    7:20 Dan sama seperti hal ini tidak terjadi tanpa sumpah--memang Satria Piningit telah menjadi Imam tanpa sumpah,
    7:21 tetapi Satria Piningit dengan disumpah, diucapkan oleh Tuhan yang berfirman kepada-Nya: "Tuhan telah bersumpah dan Tuhan tidak sesal: Satria Piningit adalah Imam untuk selamanya" –
    7:22 demikianlah Satria Piningit adalah jaminan dari suatu perjanjian Imamat yang lebih kuat.
    7:23 Dan dalam jumlah yang besar mereka dukung Satria Piningit yang telah menjadi Imam Besar, karena mereka dicegah dari maut untuk itu Satria Piningit tetap menjabat Imam Besar.
    7:24 Tetapi, karena Satria Piningit tetap selamanya, Imamat Satria Piningit tidak dapat beralih kepada orang lain, sehingga Imamat Satria Piningit seumur langit
    7:25 Karena itu Satria Piningit sanggup juga selamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Satria Piningit datang kepada Allah. Sebab Satria Piningit hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.
    7:26 Sebab Imam Besar yang demikianlah yang diperlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda yang terpisah dari orang bernoda dan lebih tinggi dari pada tingkat kuasa apapun,
    7:27 yang tidak seperti imam lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk diri sendiri dan sesudah itu barulah untuk umatnya, beda hal itu dengan yang telah dilakukan Satria Piningit satu kali untuk selamanya, ketika Satria Piningit mempersembahkan diri sendiri sebagai Imam Besar.
    7:28 Sebab Hukum Imamat Taurat menetapkan orang yang diliputi Tuhan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada Hukum Imamat Taurat, menetapkan Anak Allah, Satria Piningit yang telah menjadi sempurna sampai selamanya. Amiin!

    ReplyDelete
  4. ALKITAB IBRANI 8 1-12
    Imam Besar Perjanjian Baru
    8:1 Inti segala yang dibicarakan ini ialah: Indonesia mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah atas Takhta Yang Mahabesar di Indonesia,
    8:3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan persembahan dan karena itu Satria Piningit telah mempunyai sesuatu untuk persembahan.
    8:2 dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.
    8:5 Pelayanan Satria Piningit adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di Indonesia, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika Musa hendak mendirikan kemah sejati: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semua itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."
    8:4 Sekiranya Satria Piningit di bumi Indonesia ini, Satria Piningit sama sekali tidak menjadi Presiden, karena di sini telah ada orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Pilpres.
    8:8 Sebab itu Tuhan menegor mereka ketika Tuhan berkata: "Sesungguhnya, telah datang waktu kini," demikianlah firman Tuhan, "Aku mengadakan perjanjian baru dengan kaum Indonesia,
    8:9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka. Sebab sekarang mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan.
    8:7 Sebab, sekiranya perjanjian lalu itu tidak bercacat, tidak dicari lagi tempat untuk perjanjian baru.
    8:6 Tetapi sekarang Satria Piningit telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Satria Piningit menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.
    8:10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Indonesia sesudah waktu kini," demikianlah firman Tuhan. "Aku menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umat Satria Piningit-Ku.
    8:11 Dan mereka tidak mengajar lagi sesama warga, atau sesama saudara dengan mengatakan: Kenalilah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, telah mengenal Aku.
    8:12 Sebab Aku menaruh belas kasihan terhadap kesalahan Pilpres mereka dan tidak lagi mengingat dosa Pilpres mereka."

    ReplyDelete
  5. ALKITAB YESAYA 22 15-25
    Tentang Pengurus Istana Dan Satria Piningit
    22:15 Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada yang mengurus istana, dan katakan:
    22:16 Ada apamu dan siapamu di sini, maka engkau menggali kubur bagimu di sini, hai yang menggali kubur di tempat tinggi, yang memahat kediaman bagi siapamu di bukit batu?
    22:17 Sesungguhnya, TUHAN melontarkan siapamu jauh-jauh, hai orang pengurus istana! TUHAN memegang siapamu dengan kuat-kuat
    22:18 dan menggulung siapamu keras-keras menjadi suatu gulungan dan menggulingkan siapamu seperti bola ke tanah yang luas; di situlah siapamu akan mati, dan di situlah akan tinggal kereta kemuliaanmu, hai siapamu yang memalukan keluarga bangsamu!
    22:19 Aku melemparkan siapamu dari jabatan, dan dari pangkatmu siapamu dijatuhkan.
    22:25 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, gantungan yang dipasang kuat pada tempat yang kokoh itu tidak kuat lagi, sehingga patah dan jatuh, dan segala tanggungan itu hancur, sebab TUHAN telah mengatakannya."
    22:20 Maka pada waktu itu Aku memanggil hamba-Ku, Satria Piningit
    22:21 Aku mengenakan jubah siapamu kepada Satria Piningit dan ikat pinggang siapamu Kuikatkan kepada Satria Piningit, dan kekuasaan siapamu Kuberikan ke tangan Satria Piningit; maka Satria Piningit menjadi bapa bagi penduduk Indonesia dan bagi kaum bangsanya
    22:22 Aku menaruh kunci rumah istana ke atas bahu Satria Piningit: apabila Satria Piningit membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Satria Piningit menutup, tidak ada yang dapat membuka.
    22:23 Aku memberikan Satria Piningit kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat pada tembok yang kokoh; maka Satria Piningit menjadi kursi kemuliaan bagi kaum bangsanya.
    22:24 Dan pada Satria Piningit digantungkan segala tanggungan kaum bangsanya, tunas dan taruk, beserta segala perkakas yang kecil, dari piring pasu sampai periuk belanga.

    ReplyDelete
  6. ALKITAB YESAYA 26 1-21
    Nyanyian Pujian Karena Kelepasan Dan Penghakiman
    26:1 Pada waktu itu nyanyian ini dinyanyikan di tanah Indonesia: " Pada kami ada orang yang kuat, untuk keselamatan kami. TUHAN telah memasang tembok dan benteng,
    26:2 Bukalah pintu gerbang istana, supaya masuk Satria Piningit yang benar dan yang tetap setia!
    26:3 Yang berhati teguh dijaga dengan damai sejahtera, sebab kepada Satria Piningitlah kami percaya.
    26:4 Percayalah kepada TUHAN selamanya,sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.
    26:5 Sebab Satria Piningit sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan, direndahkan sampai ke tanah dan dicampakkan sampai ke debu.
    26:6 Kaki orang sengsara, telapak kaki orang lemah menginjak-injaknya."
    26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Satria Piningit yang merintis jalan lurus baginya.
    26:16 Ya TUHAN, dalam kesesakan kami mencari Satria Piningit; ketika hajaran-Mu menimpa, kami mengeluh dalam doa
    26:17 Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktu untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadi keadaan Indonesia di hadapan-Mu, ya TUHAN:
    26:18 Indonesia mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan kami melahirkan angin: kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia.
    26:8 Ya TUHAN, kami juga menantikan saat Satria Piningit menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah sebut nama Satria Piningit-Mu dan mengingat Engkau.
    26:9 Dengan segenap jiwa kami merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati kami mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Satria Piningit datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.
    26:10 Seandai orang fasik dikasihani, ia tidak belajar apa yang benar; ia berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak melihat kemuliaan TUHAN.
    26:11 Ya TUHAN, tangan-Mu dinaikkan, tetapi mereka tidak melihat. Biarlah mereka melihat kecemburuan-Mu karena umat Satria Piningit-Mu dan biarlah mereka mendapat malu! Biarlah api yang memusnahkan lawan-Mu memakan mereka habis!
    26:12 Ya TUHAN, Engkau sediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Satria Piningitlah yang melakukannya bagi kami.
    26:13 Ya Allah, TUHAN kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami, tetapi hanya nama Satria Piningit-Mu saja kami masyhurkan.
    26:15 Ya TUHAN, Engkau telah membuat bangsa ini bertambah-tambah, ya, membuat bertambah-tambah umat kemuliaan Satria Piningit-Mu; Satria Piningit telah sangat memperluas negerinya.
    26:20 Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu.
    26:21 Sebab sesungguhnya, Satria Piningit mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahan, dan bumi tidak lagi sembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang yang mati terbunuh di sana.

    ReplyDelete